Thursday, December 13, 2012

"Wah, Susu Milkuat Botolnya Bagus dan Rasanya Enak"

si bungsu Nadya


Teh Pipi


Teh Aisyah


Teh Ica
Sekali waktu, suamiku (yang mengasuh blog ini) karena kerjanya selalu pulang malam (maklum, karena kerja di sebuah media cetak harian) menyempatkan mampir ke toko yang buka 24 jam di sekitar Jalan Margacinta Kota Bandung (kata Suamiku belinya di sana). Suamiku membeli makanan dan oleh-oleh untuk keluarga dan sekalian titipan (biasa untuk keperluan ibu rumah tangga, sabun dsb …. maklum ibu RT). 

Pagi-pagi sekali, seperti biasa setelah salat Subuh, kemudian membangunkan anak-anak untuk mengajak anak-anak belajar menunaikan ibadah Salat Subuh (dengan harapan semoga kelak tambah besar ringan mengerjakan salat yang lima waktu).

“Ayo Teh Ica, Teh Pipi, dan Aisyah bangun…! Ayo bangun … bangun! Hayo Salat Subuh dulu sebentar! Tuh, Ayah bawa oleh-oleh. Bawa makanan disimpan di kulkas,” kataku sambil mengusap-usap kaki mereka agar bangun.

Mendengar kata oleh-oleh dan makanan, langsung saja mereka bereaksi.

“Hmm… ya … ya…. mana …?” jawab Teh Ica sambil menggeliat dan mengusap-ngusap matanya.

“Mana Mah, kuenya?” tanya Teh Aisyah dengan semangat sambil menyingkapkan selimutnya.

“Tuh ada di Kulkas, hayo sekarang salat saja dulu, baru dibuka oleh-oleh dari Ayah,” jawabku sambil merengkuh tangan mereka biar tidak kembali lagi tertidur.

Satu per satu mereka ke kamar mandi, untuk mengambil wudu. Saya siapkan sajadah dulu untuk mereka salat. Setelah selesai salat, biasa aku mesti rajin-rajin mengingatkan.

“Hayo rapikan lagi mukena dan sajadahnya. Simpan di tempat semula ya. Hayo-ayo biar ruangan tetap rapi,” kataku mengingatkan. Maklumlah tinggal di rumah sederhana jadi sejadahnya mesti dirapikan lagi karena ruangannya merangkap untuk ruang keluarga.

“Manah Mah, katanya Ayah bawa oleh-oleh?” kali ini Pipi bertanya sambil siap-siap menyalakan televisi. Biasa … menonton film favoritnya, film kartun.

Sambil berada di dapur sedang memanaskan air aku menjawab.

“Itu ada di kulkas, bagi-bagi ya jangan rebutan. Kasihan tuh si bungsu nanti dibagi,” jawabku mengingatkan karena memang si bungsu, Nadya, masih asyik dengan mimpinya di kasur.

“Hore asyik ada susu, eh botolnya bagus Teh, botolnya bagus,” girang Pipi setengah berteriak sambil memberi tahu Tet Ica dan Aisyah yang dari tadi asyik memperhatikan si film dengan tokohnya yang berwarna kuning itu.

“Mana-mana...,” sela Teh Ica dan Aisyah yang kemudian menyerbu ke arah kulkas.

“Eh ya, botolnya bagus, ada kepala macannya,” seru Aisyah.

Sudah deh … mereka asyik menikmati oleh-oleh kue yang dibeli oleh Ayahnya anak-anak. Sambil menikmati susu Milkuat. Wah, pas sepertinya botol-botol susu itu digenggam anak-anak.

Sambil memandangi mereka melalui Jendela pemisah antara ruangan dapur dan ruangan keluarga. Senang rasanya melihat mereka menikmati susu dan kue yang ada. Sepertinya enak ya. Lalu saya Tanya.

“Enak enggak?” tanyaku masih sambil asyik di dapur.

“Hemm… Enak Mah, susunya,” jawab Aisyah sambil menyeruput susunya.

“Ada yang susu putih gak, Mah,” tiba-tiba si bungsu, Nadya, sudah berada di belakang Teteh-Tetehnya yang sedang khusyuk menyaksikan acara televisi.

“Wah, Ayah belinya yang warna cokelat. Nanti ya kalau Ayah beli lagi pesen susu Milkuat yang putih,” jawabku sambil mengusap-usap kepala si bungsu yang rambutnya masih acak-acakan bangun dari kasurnya. (Sambil berpikir memang ada gak ya, susu Milkuat yang putih, bukan cokelat). Sambil membatin aku berpikir, mungkin kalau susu Milkuat banyak rasa, anak-anak pasti senang. Soalnya, anak-anak kadang sukanya masing-masing ada yang putih, ada yang senang rasa cokelat, juga ada yang suka rasa stroberi. Ya contohnya anak-anakku ini, walaupun satu pabrik (maaf satu ibu maksudku), tapi sukanya beda-beda. Soalnya anak-anak juga suka bentuk susu Milkuat, tinggal rasanya deh divariasi.
Itulah suasana pagi di rumahku yang sungguh hangat dipenuhi empat bidadari kecilku. Oh ya maaf numpang cerita ini di blog suamiku. (Nitip ya, Yah). Sambil bercerita sedikit tentang anak-anak dari Suamiku tercinta (I love you, Yah). 

Rasanya aku memang sepantasnya bersyukur, ya, sebagai istri dan juga seorang ibu, dikaruniai empat bidadari kecil yang cantik dan lucu-lucu (Cantikkan mereka … kayak siapa hayo ….? Nanti saya tampilkan foto-fotonya). Di usia yang ke-34 tahun, Allah Maha Pengasih telah mengaruniai kami bidadari yang usianya berturut-turut, putri yang pertama biasa dipanggil Ica, usianya sekarang 11 tahun. Dulu, Ica kecil usia satu tahun lahirlah adiknya, dipanggil Pipi. Kini, Pipi duduk di kelas IV sekolah dasar.

Begitu juga saat Ica usia dua tahun dan Pipi usia satu tahun, disusul lahir bidadari berikutnya. Putri ketiga ini biasa dipanggil Aisyah. Sekarang Aisyah kelas III sekolah dasar. Jadi, putri pertama, kedua, dan ketiga mereka terpaut satu tahun.

Alhamdulillah, Allah masih memberi amanat pada keluarga kami, satu lagi seorang putri, kali ini jaraknya dengan Teh Aisyah (kami biasa mengajarkan pada anak-anak kami memanggil kakaknya, dengan panggilan Teteh di depan namanya) terpaut dua tahun. Insya Allah ini si bungsu (moga Allah merestui). Si bungsu ini kami beri nama Nadya Alya, panggil saja Nadya (panggilan kesukaan si bungsu). Nadya ini sekarang sudah kelas satu sekolah dasar. Empat bidadari kecil kami bersekolah di sekolah dasar yang sama.

Sekian dulu ah sekelumit pagi dengan keluargaku … mudah-mudahan nanti bisa disambung lagi.

Bandung, 12 Desember 2012




Sunday, November 18, 2012

Jurus 5210, Rem Laju Pengidap Obesitas


Sekarang ini, semakin banyak anak dan remaja yang berpotensi terkena diabetes. Waspadai tanda hitam di tengkuk, ketiak, dan ruas-ruas jari.

Menurut Aman Bhakti Pulungan, dokter spesialis endokrinologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), guratan hitam itu disebut acanthosis nigrican, ini merupakan penumpukan berlebihan sel-sel kulit akibat menebalnya lapisan tanduk. Penebalan ini lazim ditemui pada anak dan remaja yang mengalami kegemukan dan obesitas. 74 persen anak yang mengidap obesitas memiliki guratan hitam seperti itu. Kenapa acanthosis terjadi pada lipatan tubuh, hal itu masih menjadi misteri.

Tuesday, July 31, 2012

Ultah Sederhana Mandela

Dua belas juta siswa di berbagai penjuru Afrika Selatan serempak menyanyikan selamat ulang tahun untuk Nelson Mandela, yang merayakan hari jadi ke-94 pada Rabu, 18 Juli 2012. Ini merupakan bentuk penghormatan para siswa untuk pejuang hak asasi manusia dan tokoh yang menjadi presiden kulit putih pertama di Afrika Selatan itu.

Kami mencintaimu, Bapak …,” itulah salah satu syair lagu yang mereka nyanyikan untuk Mandela. “Kita bernyanyi untuk orang yang telah membebaskan kita dari Apartheid,” ujar Paul Ramela, seorang kepala sekolah dasar di Soweto, kepada siswa-siswanya.

Mandela menghabiskan 67 tahun masa hidupnya untuk meningkatkan harkat hidup orang lain, terutama berjuang untuk penghapusan politik perbedaan ras.

Pada hari ulang tahunnya, Mandela memilih tidak menghadiri undangan publik. Dia memilih merayakannya secara sederhana bersama keluarga di kediamannya di Desa Qunu, Provinsi Tanjung Timur.

Kami mencintaimu, Bapak …,” itulah salah satu syair yang pantas diterima Nelson Mandela. Walaupun pernah dipenjara dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada 1964, selama 27 tahun, pada 11 Februari 1990 baru dibebaskan karena tekanan dari negara-negara internasional. Terbukti, saat terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, dia hanya bersedia menjabat satu periode, dan untuk menjaga keutuhan bangsanya, dia meminta FW de Klerk, presiden sebelumnya di masa Apartheid, menjadi wakil presiden. Kendati telah dipenjara selama 27 tahun oleh rezim Apartheid, Mandela tidak menyimpan dendam. Demi keutuhan bangsa dan masa depan rakyat Afrika Selatan, dia justru membangun rekonsiliasi.


Bandung 31 Juli 2012
Disarikan dari Tempo edisi 23-29 Juli 2012 dan berbagai sumber.

Sunday, July 29, 2012

Teh Serai Redakan Gangguan Asam Urat

Sumber: surabaya-metropolis.com
Serai: tanaman tahunan termasuk suku Gramineae, membentuk rumpun yang padat, batangnya kaku dan pendek, bentuk daunnya seperti pita yang meruncing ke ujung, menghasilkan minyak serai, bonggol batang yang muda digunakan sebagai penyedap berbagai masakan; merupakan antijamur.
Asam Urat: adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup.
Cuka Apel: apel difermentasikan menjadi cuka.

Bahan:
1 batang serai, ambil bagian putihnya, kemudian memarkan
250 ml air panas
½ sdm cuka apel organik
½ sdm madu

Cara Membuat:
Seduh serai dengan air panas dalam cangkir yang tertutup rapat selama 5-10 menit. Setelah dingin, saring dan aduk rata dengan cuka apel dan madu. Sajikan untuk satu porsi.

Catatan:
Gunakan cuka apel (apple cider vinegar) menggunakan mother (ada endapan hasil fermentasi yang berwarna kecokelatan di dasar botol). Sebaiknya pilih yang organik. Teh diminum pagi dan malam hari.

Bandung, 29 Juli 2012 (Ramadan 2012)
Dikutip dari The Herba Minuman Berkhasiat Pemulih Kesehatan oleh Inti Krisnawati.

Teh Herba, Teh yang Bukan Teh

Teh adalah minuman yang populer. Menurut Dr. Tea dalam bukunya The Ultimate Tea Diet, minuman yang paling banyak dipilih orang setelah air putih bukanlah kopi, bir, atau anggur, melainkan teh. Kenyataan itu tidak mengherankan karena teh memiliki banyak manfaat. Secangkir teh tidak hanya membantu kita memulai hari, tapi juga mengatasi berbagai keluhan ringan serta menenangkan pikiran. Kebiasaan minum teh dapat pula membantu mencegah berbagai penyakit kronis hingga mengatasi kegemukan.

Awalnya, sebutan teh hanya dialamatkan pada hasil tanaman teh Camellia sinensis, seperti teh hitam yang kita kenal sehari-hari, teh hijau, dan teh oolong. Namun, sekarang telah dikenal teh jenis lain, yaitu teh herba, yang tidak kalah populer dibanding teh hitam atau teh hijau. Bahan-bahannya pun kini semakin mudah didapat. Teh yang bukan teh ini disukai karena khasiatnya lebih beragam, di antaranya mengatasi berbagai keluhan ringan sehari-hari.

Cara Membuat Teh Herba:
1. Dapatkan bahan teh di supermarket, toko makanan kesehatan, atau toko obat Cina, baik berupa bahan kering/segar, maupun ekstrak herba berbentuk kapsul. Kalau menggunakan ekstrak herba berbentuk kapsul, keluarkan ekstrak herba dari kapsulnya, lalu gunakan sesuai dosis di kemasannya. Jika menggunakan bahan segar, umumnya diperlukan dua kali lebih banyak dibandingkan menggunakan bahan kering.

2. Gunakan cangkir atau poci dari keramik atau gelas untuk menyeduh teh. Perhatikan resep baik-baik; ada teh yang harus direbus, ada yang harus diseduh dengan air mendidih, ada pula yang hanya memerlukan air matang panas saja, bukan mendidih.

3. Jangan menambahkan gula atau susu agar teh Anda berkhasiat. Jika tak bisa menikmatinya begitu saja, Anda bisa menambahkan jus buah, buah segar, buah kering, atau sedikit madu, sekadar untuk memberi rasa. Tapi jika menggunakan teh hitam/hijau untuk mengatasi gangguan gigi dan gusi, minumlah polos saja.

Perlu Diperhatikan:
1. Perhatikan efek minum teh pada tubuh Anda. Jika efeknya lebih dari yang Anda butuhkan, misalnya Anda ingin rileks tapi malah mengantuk sekali, sebaiknya encerkan teh atau kurangi jumlah teh yang Anda minum.

2. Pada umumnya, dosis minum teh herba yang dianjurkan adalah 1 hingga 3 cangkir sehari sesuai kebutuhan. Jika menggunakan ekstrak herba berbentuk kapsul, sesuaikan dengan dosis pada kemasannya. Untuk teh hitam dan teh hijau, dosis maksimal yang dianjurkan umumnya adalah 5 cangkir sehari. Konsumsi teh hitam/hijau secara berlebihan bisa menyebabkan anemia, karena tannin yang terdapat pada teh bisa mengganggu penyerapan zat gizi penting, terutama zat besi.

3. Tidak semua teh herba boleh dipergunakan terus-menerus dalam jangka panjang, contohnya yaitu Echinacea*, jika sudah 2 minggu meminumnya terus-menerus, hentikan dulu setidaknya 1 minggu. (*merupakan antibiotik alami, penguat sistem kekebalan tubuh, juga dapat mencegah batuk pilek dan flu)

4. Ibu hamil atau mereka yang menderita penyakit dan harus minum obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang memahami herba sebelum minum teh herba.

5. Jika minum teh herba membuat mual-mual, ingin muntah, atau mengalami reaksi alergi, hentikan segera karena bahan apa pun bisa menimbulkan reaksi alergi.

Bandung, 29 Juli 2012 (Ramadan 2012)
Dikutip dari The Herba Minuman Berkhasiat Pemulih Kesehatan oleh Inti Krisnawati.

Teh Kayu Manis Atasi Diare

Sumber: www.valema.com
Kayu Manis: merupakan antimikroba, dapat membantu mengatasi batuk, pilek, flu, dan gangguan lambung serta mengobati diare, mual, dan muntah.
Diare: penyakit dengan gejala berak-berak; menceret.
Teh Hijau: merupakan antioksidan yang jauh lebih kuat daripada teh hitam. Selain memiliki manfaat seperti teh hitam, teh hijau juga dapat membantu mencegah kanker dan penyakit jantung serta menurunkan trigliserida dan gula darah.
Teh Hitam: berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan konsentrasi, membuat badan lebih bertenaga, dan membantu menurunkan berat badan.

Bahan:
½ sdt bubuk kayu manis
200 ml air mendidih
1 buah apel manalagi, iris tipis membulat dan letakkan dalam cangkir

Cara Membuat:
Seduh bubuk kayu manis dengan air mendidih dalam cangkir yang tertutup selama 10-15 menit. Saring dan tuang ke dalam cangkir berisi potongan buah apel. Sajikan untuk satu porsi.

Catatan:
Untuk mengatasi diare, selain membuat teh kayu manis Anda dapat pula membuat teh hijau atau teh hitam. Caranya seduh teh selama 15-20 menit.

Bandung, 29 Juli 2012 (Ramadan 2012)
Dikutip dari The Herba Minuman Berkhasiat Pemulih Kesehatan oleh Inti Krisnawati.

Wednesday, July 25, 2012

Gizi Buruk di Sekitar Kita

Usia produktif mendominasi jumlah penduduk Indonesia hingga 2030. Inilah masa emas demografi yang biasanya terjadi satu kali dalam usia sebuah bangsa. Tapi, alih-alih mendongkrak pertumbuhan ekonomi, bonus demografi bisa menjadi bumerang pada masa yang akan datang bila persoalan kurang gizi pada anak balita belum terselesaikan. Kasus gizi buruk di Indonesia berada di urutan lima besar dunia. Padahal anak-anak inilah yang kelak menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia.

8 juta atau 35 persen dari 23 juta balita Indonesia menderita gizi buruk kategori stunting, artinya hampir separuh balita memiliki badan lebih rendah daripada standar tinggi badan balita seumurnya.
Dari 23 juta balita itu, 900 ribu bayi atau sekitar 4,5 persen balita memiliki gizi buruk.
13-15 poin di bawah normal tingkat kecerdasan anak bergizi buruk saat mereka memasuki usia sekolah.
10.000 angka kematian ibu di Indonesia saat melahirkan.
150.000 balita Indonesia meninggal setiap tahun.

5.000-10.000 kelahiran balita di Indonesia per tahun mengalami gangguan pendengaran akibat rendahnya pengetahuan ibu akan kebutuhan gizi. Kemampuan membaca dan matematika anak yang mengalami gangguan pendengaran lebih rendah 1-4 kelas dibanding anak berpendengaran normal. Imbasnya, tingkat kepandaian mereka mentok di kelas III-IV sekolah dasar.

50 persen Posyandu lenyap setelah otonomi daerah diberlakukan karena banyak pemerintah daerah tidak tertarik melanjutkannya. Padahal jumlah Posyandu sebelum ada otonomi daerah sekitar 230.000.

Rp8,5 miliar devisa bisa dihemat dari pembelian susu formula bila semua ibu di Indonesia menyusui anaknya.
Rp700 miliar atau Rp2.500 per bulan per balita, dana yang dialokasikan untuk meredam persoalan gizi buruk ini.

Bandung, 25 Juli 2012
Dikutip dari Tempo 16-22 Juli 2012
Sumber: Komisi Nasional Gangguan Pendengaran dan Ketulian, Depkes, UNICEF