Sunday, July 29, 2012

Teh Herba, Teh yang Bukan Teh

Teh adalah minuman yang populer. Menurut Dr. Tea dalam bukunya The Ultimate Tea Diet, minuman yang paling banyak dipilih orang setelah air putih bukanlah kopi, bir, atau anggur, melainkan teh. Kenyataan itu tidak mengherankan karena teh memiliki banyak manfaat. Secangkir teh tidak hanya membantu kita memulai hari, tapi juga mengatasi berbagai keluhan ringan serta menenangkan pikiran. Kebiasaan minum teh dapat pula membantu mencegah berbagai penyakit kronis hingga mengatasi kegemukan.

Awalnya, sebutan teh hanya dialamatkan pada hasil tanaman teh Camellia sinensis, seperti teh hitam yang kita kenal sehari-hari, teh hijau, dan teh oolong. Namun, sekarang telah dikenal teh jenis lain, yaitu teh herba, yang tidak kalah populer dibanding teh hitam atau teh hijau. Bahan-bahannya pun kini semakin mudah didapat. Teh yang bukan teh ini disukai karena khasiatnya lebih beragam, di antaranya mengatasi berbagai keluhan ringan sehari-hari.

Cara Membuat Teh Herba:
1. Dapatkan bahan teh di supermarket, toko makanan kesehatan, atau toko obat Cina, baik berupa bahan kering/segar, maupun ekstrak herba berbentuk kapsul. Kalau menggunakan ekstrak herba berbentuk kapsul, keluarkan ekstrak herba dari kapsulnya, lalu gunakan sesuai dosis di kemasannya. Jika menggunakan bahan segar, umumnya diperlukan dua kali lebih banyak dibandingkan menggunakan bahan kering.

2. Gunakan cangkir atau poci dari keramik atau gelas untuk menyeduh teh. Perhatikan resep baik-baik; ada teh yang harus direbus, ada yang harus diseduh dengan air mendidih, ada pula yang hanya memerlukan air matang panas saja, bukan mendidih.

3. Jangan menambahkan gula atau susu agar teh Anda berkhasiat. Jika tak bisa menikmatinya begitu saja, Anda bisa menambahkan jus buah, buah segar, buah kering, atau sedikit madu, sekadar untuk memberi rasa. Tapi jika menggunakan teh hitam/hijau untuk mengatasi gangguan gigi dan gusi, minumlah polos saja.

Perlu Diperhatikan:
1. Perhatikan efek minum teh pada tubuh Anda. Jika efeknya lebih dari yang Anda butuhkan, misalnya Anda ingin rileks tapi malah mengantuk sekali, sebaiknya encerkan teh atau kurangi jumlah teh yang Anda minum.

2. Pada umumnya, dosis minum teh herba yang dianjurkan adalah 1 hingga 3 cangkir sehari sesuai kebutuhan. Jika menggunakan ekstrak herba berbentuk kapsul, sesuaikan dengan dosis pada kemasannya. Untuk teh hitam dan teh hijau, dosis maksimal yang dianjurkan umumnya adalah 5 cangkir sehari. Konsumsi teh hitam/hijau secara berlebihan bisa menyebabkan anemia, karena tannin yang terdapat pada teh bisa mengganggu penyerapan zat gizi penting, terutama zat besi.

3. Tidak semua teh herba boleh dipergunakan terus-menerus dalam jangka panjang, contohnya yaitu Echinacea*, jika sudah 2 minggu meminumnya terus-menerus, hentikan dulu setidaknya 1 minggu. (*merupakan antibiotik alami, penguat sistem kekebalan tubuh, juga dapat mencegah batuk pilek dan flu)

4. Ibu hamil atau mereka yang menderita penyakit dan harus minum obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang memahami herba sebelum minum teh herba.

5. Jika minum teh herba membuat mual-mual, ingin muntah, atau mengalami reaksi alergi, hentikan segera karena bahan apa pun bisa menimbulkan reaksi alergi.

Bandung, 29 Juli 2012 (Ramadan 2012)
Dikutip dari The Herba Minuman Berkhasiat Pemulih Kesehatan oleh Inti Krisnawati.

No comments:

Post a Comment